Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lifestyle. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 November 2009

Kesalahan Terbesar Wanita Sebelum Menikah




Beranda - Bagi sebagian besar perempuan, pernikahan adalah sebuah pengalaman membahagiakan. Tidak hanya kebahagiaan dan ketentraman, kehidupan rumah tangga juga akan membawa pertengkaran, sakit hati, dan frustasi.

Apakah sebuah pernikahan akan berlangsung dalam spektrum kebahagiaan atau tidak semua tergantung pada kemampuan perempuan dalam memilih teman hidup.

Kesalahan utama perempuan yang akan menikah adalah mereka melakukannya karena sedang jatuh cinta. Api cinta yang masih membara bukan alasan tepat untuk memutuskan menikah. Ingatlah bahwa pria yang bisa membuat perempuan jatuh hati belum tentu akan menjadi teman hidup yang baik.

Dalam sebuah survei yang dilakukan Mei lalu, seorang perempuan yang telah menikah selama 20 tahun mengatakan, "Saya jatuh cinta pada tiga lelaki yang sangat berbeda sebelum akhirnya saya menikah dengan orang lain. Kalau saya menikahi salah satu dari mereka, maka saya pasti akan memiliki suami yang membuat saya marah sepanjang waktu. Masing-masing bekas kekasih saya mengajarkan pelajaran berharga tentang apa yang tidak saya inginkan, dan hasilnya adalah saya menikahi seorang pria baik yang masih bersama saya 20 tahun kemudian," katanya.

Kesalahan kedua adalah bahwa perempuan mengorbankan terlalu banyak hal bagi hubungan cinta mereka. Perempuan masih sering memilih meninggalkan teman, hobi, keluarga, dan hal lain sepanjang itu bisa mempertahankan hubungannya dengan orang yang dia kasihi.

Ini merupakan kesalahan mendasar karena pertama, perempuan bergantung pada dukungan orang banyak, termasuk teman dan keluarga dalam menjalani hidup. Kedua, pria tidak bisa menutupi semua kekurangan pada diri perempuan.

Kesalahan umum yang kerap dilakukan perempuan muda dalam mengambil keputusan menikah. Perempuan sering menghilangkan "ego" mereka lalu masuk ke jalinan cinta intensif sebelum mereka memiliki gambaran jelas akan identitas mereka sendiri.

Banyak perempuan mulai panik bila mereka belum menikah di pertengahan usia 20-an tahun. Merasa terlambat menikah kemudian dijadikan dalih dan membenarkan keputusan mereka untuk menikah. Menikah dengan seseorang karena takut merasa sendirian sangat tidak adil bagi diri mereka sendiri dan juga bagi pasangan hidup.

Kesalahan terakhir, perempuan tidak melakukan penelitian terlebih dulu sebelum memilih suami. Banyak hal yang perlu ditanyakan pada calon pasangan hidup mengenai pendapat dan pola pikirnya.

Ajukan pertanyaan-pertanyaan seperti berapa jumlah anak yang diinginkan, siapa yang harus tinggal di rumah untuk mengurus anak-anak, apa yang menjadi prioritas hidup masing-masing. Berbagilah cerita tentang pengelolaan uang, impian, dan tujuan hidup masing-masing.

Perempuan terlalu yakin kalau mereka bisa mengubah seorang pria. Padahal kalau perubahan itu tidak terwujud, hubungan yang diharapkan pihak perempuan akan berlangsung buruk.

Bila hal ini terjadi, perempuan perlu menerima situasi itu apa adanya dan menikmati perbedaan di antara mereka. Cara lain, ciptakan sebuah lingkungan atau suasana yang bisa mendorong pria mau berubah demi perempuan yang dia kasihi.

sumber:vivanews.com
READ MORE - Kesalahan Terbesar Wanita Sebelum Menikah

Jumat, 04 September 2009

4 Cara Memberi Kepercayaan pada Anak


Beranda — Ketika Anda dan suami harus bekerja, Anda harus meninggalkan anak-anak di rumah bersama pengasuhnya. Namun, Anda tentu tak akan selalu bisa mengendalikan apa yang dilakukan anak-anak. Apakah pengasuh memengaruhi mereka dalam hal tontonan, apakah teman-temannya memberikan contoh perilaku yang buruk, ataukah anak-anak bebas mengakses internet tanpa pengawasan. Tiba-tiba, Anda menyadari anak sudah menelan banyak informasi yang belum pantas untuknya, atau anak merahasiakan sesuatu dari Anda.

Maka, penting bagi Anda untuk menerapkan saling percaya antara orangtua dan anak. Dengan selalu bersikap terbuka pada anak, kita bisa berharap anak pun akan meniru sikap baik tersebut. Sebaliknya, Anda pun mampu menerima bahwa anak memiliki kepribadiannya sendiri. Ia berhak bergaul dan melahap informasi sebanyak-banyaknya. Yang menjadi masalah sekarang, bagaimana memberikan kepercayaan pada anak untuk melakukan aktivitasnya, dan tetap bergaul tanpa meniru hal-hal yang negatif dari lingkungannya? Tips berikut mungkin bisa membantu.

1. Selalu ada untuknya
Biasakan anak bercerita dan bicara tentang pengalamannya setiap hari. Tanyakan, apa saja yang dilakukannya di sekolah. Biarkan anak mengutarakan ide, perasaan, dan ketakutannya secara terbuka. Dengarkan, jangan menggurui. Berusahalah agar Anda selalu ada di di sisinya ketika ia membutuhkan. Dorong anak untuk mengutarakan perasaannya secara kreatif dengan membuat tulisan atau lewat gambar.

2. Konsisten
Ciptakan rutinitas yang jelas dan konsisten. Misalnya, kapan waktu bermain, dan kapan waktu belajar. Sisihkan waktu Anda untuk menemani anak belajar. Bila sudah waktunya tidur katakan bahwa ia harus tidur, karena jika tidak, besok bisa bangun kesiangan dan terlambat ke sekolah. Ini akan membantu anak merasa aman dan terlindungi sehingga ia dapat belajar dengan jelas pula, apa yang benar dan yang salah. Jadi, bertindaklah selalu konsisten.

3. Sekali tidak, tetap tidak
Jika Anda berkata "Tidak", pastikan hal itu benar-benar pernyataan "Tidak", dan Anda serta pasangan bersepakat bahwa hal itu harus dipatuhi sesuai aturan.
Jangan memberi ancaman hukuman, atau berteriak. Anak ingin mengetahui apa arti "Tidak" dari Anda, yang benar-benar berarti TIDAK. Jadi, jika Anda sudah menerapkan aturan bahwa bermain game hanya boleh hari Sabtu dan Minggu, jangan mudah menyerah bila anak mulai merayu untuk bermain di hari lain.

4. Tak ada rahasia
Biasakan anak untuk tidak pernah menyimpan rahasia. Katakan padanya, menyimpan rahasia akan menimbulkan perasaan tak nyaman atau membingungkan. Hal ini mungkin bisa Anda lakukan lebih dulu, misalnya, katakan, "Tadi Ibu kesal sama ayah, soalnya ayah...." Dengan demikian, anak belajar untuk memahami perasaan ayah dan ibunya. Sebaliknya, anak juga belajar mengungkapkan perasaannya.

kompas.com

READ MORE - 4 Cara Memberi Kepercayaan pada Anak

Kesalahan dalam Membesarkan Anak


Beranda - Jadual kerja yang padat, dan problema sehari-hari, seringkali membuat orangtua sulit bertemu anaknya. Tak jarang, anak-anak ditinggal bersama pengasuh atau dititipkan ke kakek-neneknya. Ketika hal ini terjadi, tak ada yang bisa memastikan anak akan mendapatkan pelajaran mengenai moral, atau nilai-nilai yang menjadi pegangannya dalam hidup bermasyarakat. Anda mungkin tak menyadari, namun ada hal-hal yang seringkali lalai kita ajarkan pada anak:

1. Memanjakan anak
Bukan rahasia lagi, para orangtua mencintai anak-anaknya dan ingin mereka mendapatkan segala yang tak mereka miliki di masa kecilnya. Namun, ada harga yang harus dibayar untuk perlakuan seperti ini. Tak sedikit orangtua yang bermaksud baik untuk anak-anaknya malah berujung memanjakan anak-anaknya ke tingkat sampai si kecil tidak bahagia dengan apa yang ia miliki. Ini akan menghasilkan anak yang tak pernah puas, dan selalu meminta lebih. Padahal, umumnya, si kecil bukannya ingin punya selemari mainan, tetapi waktu untuk bersama orangtuanya. Jika orangtua terus memanjakan anaknya, bagaimana mereka akan belajar menerima kekecewaan dalam hidup di masa depan? Atau bagaimana mereka akan belajar bersyukur atas apa pun?

2. Kekurangan disiplin
Ketika Anda terlalu malas untuk mendisiplinkan anak, Anda menciptakan “monster cilik” untuk mengganggu kerabat, guru, orangtua teman-temannya, dan siapa pun yang kenal dengannya. Adalah hal yang tak benar jika membiarkan si kecil menggunakan perabot rumah sebagai tempatnya bereksperimen. Berlompatan, berlarian, merusak barang, membuat keadaan rumah seperti kapal pecah, atau membongkar barang seenaknya. Mereka seharusnya bisa bertingkah sopan dan tenang, baik di dalam maupun di luar rumah. Anda tak mau, kan, anak Anda menciptakan kekacauan di rumah temannya? Jika bukan Anda yang mendisiplinkan si kecil, orang lain mungkin akan melakukannya, dan Anda tak akan suka hal ini.

3. Tidak mengajarkan tanggung jawab yang cukup kepada si kecil
Anak-anak seharusnya tidak menunggu imbalan ketika mereka harus melakukan pekerjaan di rumah. Tempat tinggal mereka adalah rumah, bukan hotel. Mereka seharusnya menyadari bahwa itu adalah tempat tinggal bersama, dan ada tanggung jawab untuk menjaganya tetap bersih dan nyaman. Jika mereka tumbuh tanpa tanggung jawab yang cukup, bagaimana mereka bisa bertanggung jawab ketika mereka bekerja nanti? Atau bagaimana mereka bisa menyelesaikan kuliah yang butuh kemandirian, dan mempertanggungjawabkan uang orangtuanya?

4. Bukan pasangan terbaik
Seperti kita ketahui, anak mencontoh orang dewasa di dekatnya dengan sangat baik. Bagaimana Anda dan pasangan bertingkah di depan si kecil adalah hal yang penting. Tanpa kita sadari, perilaku dan tingkah kita terhadap pasangan akan dicontoh anak dalam memperlakukan pasangannya di masa mendatang. Bagaimana Anda memanggil, berteriak ketika bertengkar, atau membelai lembut, akan menjadi pembelajaran mereka. Anak belajar lebih banyak lewat pandangan mereka ketimbang lewat pendengaran. Jika Anda memperlakukan pasangan Anda dengan cinta dan hormat, ini juga akan menunjukkan kepada anak-anak Anda nilai sebuah keluarga. Hal ini akan membantu mereka merasa bahwa keluarga merupakan tempat bernaung dan nyaman, di luar dunia yang terlihat gelap dan menyeramkan.

5. Ekspektasi berlebihan
Ketika berjanji kepada anak-anak, Anda harus menge-set ekspektasi yang masuk akal, terutama ketika berhadapan dengan yang masih amat kecil. Jangan berharap berlebihan kepada si kecil. Misalnya, agar si kecil bisa duduk diam ketika Anda pergi ke restoran. Jangan juga mengharap anak laki-laki Anda ikut tim basket, padahal ia lebih senang ikut marching band. Akan lebih baik jika Anda mampu mengenali kelebihan anak, dan membimbing mereka untuk mengekspresikan dirinya dalam bidang tersebut.

6. Terbiasa dilayani
Jangan biarkan anak tumbuh menjadi anak yang cengeng. Anak-anak jaman sekarang terbiasa dibantu dan dilayani dalam segala hal. Dari membersihkan kamar hingga memasang plester. Karena terlalu sering dilayani, anak-anak sekarang menjadi kurang ajar. Mengajarkan mereka untuk bertahan melewati masa susah, atau sakit, akan membuat mereka lebih kuat. Ajarkan mereka untuk mengerjakan segala sesuatunya sendiri tanpa bantuan si Mbak. Hal ini bukan berarti Anda tidak mencintainya. Justru karena mencintainya, Anda ingin mereka bisa mandiri.

7. Memaksakan tren kepada anak-anak
Biarkan anak-anak menjadi anak-anak. Orangtua seharusnya tidak mendorong tren kepada anak-anak. Karena Anda tidak berhasil menjadi juara lomba kecantikan di masa kecil, bukan berarti Anda bisa membuat si kecil mengikuti dan memenangi kontes-kontes seperti itu. Mengajarkan anak soal gairah dan tujuan memang baik, tetapi biarkan mereka tumbuh menjadi apa yang mereka mau. Si kecil sudah cukup merasakan kesulitan untuk tumbuh besar di lingkungan yang penuh tekanan, jadi jangan paksa mereka menjadi seseorang yang Anda impikan terjadi pada Anda dulu.

8. Pembangkang
Ini termasuk hal yang sulit dilakukan. Jika Anda mengultimatum si kecil dengan hukuman jika melakukan kenakalan, lakukan jika ia melakukan kenakalan tersebut. Meski berat, namun hal ini penting untuk menunjukkan kepada si kecil bahwa Anda serius dengan perkataan Anda. Jika tidak, omongan Anda hanya akan dianggap sebagai angin lalu. Ujung-ujungnya, anak-anak tak akan menaruh kepercayaan lagi pada orangtuanya.


NAD
Sumber : msn
READ MORE - Kesalahan dalam Membesarkan Anak

Selasa, 01 September 2009

Kulit Mulus Dengan Ramuan Jeruk dan Madu

Cantiknya wanita tak bisa lepas dari kata kulit mulus, bersih dan putih.

Bahkan banyak wanita sering melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hal tersebut dengan biaya tinggi,dengan pergi ke salon maupun terapi bodi.

Ada cara murah meriah untuk mendapatkan hal tersebut dengan melakukannya sendiri, asal butuh kesabaran yang tinggi.

Campuran buah jeruk lemon dan madu salah satu cara untuk mendapatkan hal tersebut, caranya adalah peras jeruk lemon sebanyak 2-4 buah ke dalam piring atau tempat untuk menampung cairan jeruk tersebut, lalu tambahkan madu tawon 2 sampai 4 sendok makan ke dalam cairan jeruk.

Dan jangan lupa campurkan sedikit garam untuk membantu membersihkan serta membunuh bakteri yang ada di kulit anda, lalu gosok secara menyeluruh pada kulit anda khususnya pada bagian kaki, tangan dan pinggang secara perlahan. (jangan terlalu kencang), setelah beberapa menit, 5 - 15 menit lalu bilaslah tubuh anda dengan air tawar dan rasakan hasilnya, cobalah dengan teratur dalam mempraktekannya.(Aya/BS)


sumber: brita8.com
READ MORE - Kulit Mulus Dengan Ramuan Jeruk dan Madu

Sabtu, 11 Juli 2009

10 Tanda Pasangan Berselingkuh

Foto: Ist
PERSELINGKUHAN menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah hubungan cinta. Lebih memprihatinkan lagi, demam perselingkuhan menjadi tren di semua kalangan. Dari warga biasa, pejabat pemerintahan, hingga kalangan selebritas.

Penyebab perselingkuhan beragam. Dari mulai rasa bosan terhadap pasangan, sampai rasa iseng karena ingin suasana baru. Namun, apa pun alasannya, perselingkuhan tidaklah diperbolehkan agama. Selain itu, perselingkuhan akan membuat beberapa pihak merasa dirugikan. Terutama pasangan sah Anda.

Perselingkuhan dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Anda pun tidak punya trik jitu untuk mengawasi sang pasangan. Lantas, bagaimana caranya mengetahui tanda-tanda pasangan selingkuh? Berikut beberapa tanda-tanda yang biasanya terjadi pada pasangan Anda ketika dia berselingkuh atau main serong.

Ekstra perhatian

Hati-hati kalau pasangan Anda memberikan perhatian berbeda dari biasanya. Ini dia lakukan karena dirinya merasa bersalah dan sudah berlaku tidak jujur pada Anda. Tak jarang perasaan tersebut membawa perilaku dia untuk memberikan sesuatu (hadiah) yang berbeda dari biasanya. Dengan memberikan hadiah, ia akan merasa lebih baik. Kemudian, dia akan bertingkah seperti orang yang punya rasa bersalah ketika Anda melakukan suatu hal untuk menyenangkannya. Karena mungkin ia ingat apa yang ia dilakukan di belakang Anda.

Tingkah laku yang aneh

Untuk kali ini percayailah insting Anda. Kalau pasangan sudah mulai menunjukkan perilaku yang aneh-aneh, jangan mengabaikan perasaan itu dan percaya sepenuhnya dengan perkataannya. Ini bisa terjadi karena pasangan Anda selalu dihantui rasa bersalah. Sehingga, tingkah lakunya menjadi aneh. Kalau Anda mengabaikan naluri itu sama saja Anda menutup mata pada kebenaran.

Sering memancing pertengkaran

Agar ada alasan untuk pergi dari rumah, biasanya pasangan Anda menjadi sering memancing-mancing kesalahan. Alhasil, pertengkaran pun tak terelakan. Dengan begitu, pasangan bisa meninggalkan rumah dengan gampang dan tak perlu mengeluarkan banyak alasan.

Mengandalkan hubungan berakhir

Tak ada salahnya Anda curiga kepada pasangan kalau dia sudah sering menanyakan hal apa yang kamu lakukan jika hubungan kita berakhir? Atau apa yang akan terjadi jika hubungan kita putus? Bisa juga dengan pertanyaan, kalau kita berdua berpisah, kita masih bisa kan menjadi sahabat? Perlu Anda tahu, dia bisa mengatakan hal itu karena sudah ada orang yang mau menerimanya jika benar berpisah dengan Anda.

Mood gampang berubah

Ketika bersama Anda, mood menjadi gampang sekali berubah. Tak tahu penyebabnya apa, tiba-tiba saja ia bisa menjadi orang yang sangat temperamen. Atau bisa juga ketika bersama Anda ia bertingkah seperti orang yang sedang tertekan. Saat Anda tidak bersamanya, ia terlihat ceria. Jika ia memiliki affair yang sudah bertahan lama, ia akan berusaha agar keduanya berjalan mulus dan dia berusaha menghindari kecurigaan. Jika ia bermasalah dengan hubungan yang satu, pasti berpengaruh pada hubungan lainnya.

Sikap dingin

Si dia akan berubah menjadi orang yang lebih diam dari biasanya. Bahkan kalau di depan Anda, dia kelihatan sangat lemas, lesu, dan malas. Setiap kali Anda tanya, dia biasanya hanya mennjawab "tidak ada apa-apa". Sikapnya juga sangat dingin jika bersama dengan Anda.

Selera musik berubah

Karena kerap mendengarkan musik sang selingkuhan, dia akan terbawa menyukai musik tersebut. Akibatnya, selera musik pasangan Anda tiba-tiba berubah. Akan lebih jelas ketika si dia tiba-tiba mendengarkan musik yang sebelumnya tidak dia sukai sama sekali. Kemudian, ia mendadak gembira ketika mendengar musik tersebut.

Kurang percaya diri

Bukan berarti orang yang kurang percaya diri semuanya selingkuh ya! Orang-orang seperti ini umumnya cenderung mencari rasa aman. Dia tidak mendapatkan perasaan itu ketika bersama Anda. Nah, salah satu cara mendapatkannya lewat perselingkuhan di mana dia lebih nyaman dan percaya diri dengan selingkuhnya.

Kerap mengkritik

Ini sebenarnya adalah salah satu usaha dia agar Anda berpikir bahwa orang yang dikritik tersebut bukanlah tipe orang yang disukainya. Padahal, dalam hati diam-diam dia sangat tertarik dengan pria/wanita tersebut.

Menjadi emosional

Karena selalu berpikir takut ketahuan, ia menjadi lebih emosional dari biasanya. Mudah sekali terpancing terhadap komentar yang Anda keluarkan. Sekalipun itu komentar yang bersifat netral. Jika Anda berusaha menggali lebih jauh, pasti dia akan menolak membicarakannya dan menjadi sangat tertutup.
(Genie/Genie/tty - okezone)
READ MORE - 10 Tanda Pasangan Berselingkuh

Alkohol Dapat Kurangi Kemampuan Seks

(foto: corbis)
Bagi anda yang terbiasa mengonsumsi alkohol sebelum melakukan seks, sejak saat ini sebaiknya kebiasaan itu dihentikan. Pasalnya justru minuman tersebut bisa menurunkan kemampuan dalam melakukan seks.

Hal tersebut diungkapkan Dr Naek L Tobing dalam konsultasinya di majalah Realita, Sabtu (11/7/2009).

"Apabila dalam mengonsumsi minuman beralkohol ditambahkan lagi dosisnya, maka akan dapat menurunkan kemampuan seks dari yang bersangkutan," katanya.

Karenanya, dia menganjurkan agar kebiasaan dalam meminum minuman beralkohol dalam melakukan seks dapat dikurangi, bahkan dihilangkan, karena itu hanya sebuah kebiasaan saja.

Dia menjelaskan, biasanya orang yang sebelum melakukan hubungan seks meminum minuman beralkohol ditujukan untuk menurunkan hambatan dalam melakukan hubungan seks. Hambatan yang dimaksud, seperti malu-malu atau sungkan.

Karenanya, biasanya hal ini dilakukan oleh pasangan yang bukan dalam ikatan suami istri.

(Realita/Genie/uky - okezone)
READ MORE - Alkohol Dapat Kurangi Kemampuan Seks

KOMPAS.com